Malware kembali mengancam jutaan pengguna Android. Hal ini dikarenakan Malware bersembunyi di aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Dilaporkan Neowin atau yang dinamai Agent Smith adalah sebuah serangan malware yang menggunakan celah pada sistem operasi Android, Malware ini dapat menyembunyikan ikonnya sendiri dan menyamarkan diri sebagai aplikasi populer sepeti WhatsApp,DLL.

Peneliti keamanan menyebutkan, malware ini beraksi, ketika pengguna mengetuk ikon malware tersebut, ia akan menampilkan versi palsu pada pengguna.

Malware tersebut menyebar via toko aplikasi pihak ketiga seperti 9apps.com, yang merupakan toko milik Alibaba, dan bukannya Google Play Store. Biasanya, serangan seperti ini menargetkan pengguna Android di negara-negara berkembang.

Sebanyak 15 juta pengguna ponsel Android terinfeksi di negara tersebut. Namun, ada juga korban dari negara lain. Misalnya, di Amerika Serikat, ada 300 ribu ponsel Android yang terinfeksi dan di Inggris, terdapat 137 ribu orang. Ini merupakan salah satu serangan terparah yang menargetkan Android.

Informasi ini telah diungkapkan oleh Check Point, sebuah perusahaan yang membuat aplikasi keamanan dan sering memberikan panduan tentang ancaman keamanan siber. “Menyamar sebagai aplikasi terkait Google, malware mengeksploitasi kerentanan Android yang diketahui dan secara otomatis menggantikan aplikasi yang diinstal dengan versi berbahaya tanpa pengetahuan atau interaksi pengguna.

Dijuluki Agen Smith, malware saat ini menggunakan akses luasnya ke sumber daya perangkat untuk menunjukkan iklan penipuan untuk mendapatkan keuntungan finansial, tetapi dapat dengan mudah digunakan untuk tujuan yang jauh lebih mengganggu dan berbahaya seperti pencurian kredensial perbankan dan mencuri dengar, “catat Check Point.

Check Point mengatakan, cukup mengagetkan untuk tahu ada ratusan ribu orang yang terkena serangan ini di negara berkembang seperti AS dan Inggris. Aplikasi jahat ini hanya menampilkan iklan ke korban.

Baca Juga:  Hacker Bicara Soal Spyware WhatsApp

Karena itu, sebaiknya pengguna segera memperbarui sistem operasi pada ponsel. Mengenai masalah ini, Google belum memberikan keterangan dan memberikan komentar terkait hal ini.