Microsoft Membawa SQL Server Untuk Linux

Isu tentang Microsoft membawa SQL Server ke Linux telah berkembang sejak pengumuman awal pada tahun 2016. Bagi perusahaan yang menggunakan platform Linux, tampaknya ini berita yang luar biasa dan mungkin inilah yang dinantikan oleh sebagian pengguna SQL Server.

Pada tanggal 08 Februari 2018 lalu, Microsoft mengumumkan ketersediaan SQL Server 2017 untuk Linux. Saat ini, Microsoft menyadari bahwa ketersediaan platform data modern dan hybrid di antara on-premise dan komputasi awan sangatlah vital bagi perjalanan transformasi digital. Dengan menggunakan seluruh fitur terkini, Microsoft menggunakan solusi open source dengan memasang SQL Server 2017 pada Linux.

Saat acara peluncuran yang dilakukan di Ayana Midplaza Ballroom, Microsoft juga mengumumkan kerjasama dengan Red Hat, yang dikenal sebagai perusahaan terkemuka di dunia untuk platform Linux. Dalam kolaborasi ini, pelanggan akan mendapatkan akses untuk penyelesaian masalah yang lebih baik bersama Microsoft dan Red Hat yang telah terintegrasi dalam SQL Server 2017. Mitra lain yang turut bergabung adalah Attunity, yang akan memperkenalkan solusi Attunity Replicate yang dapat membantu pelanggan untuk dengan mudah memigrasi database yang mereka miliki ke SQL Server 2017, dan juga Hewlett Packard Enterprise (HPE) yang akan menunjukkan bagaimana teknologi server mereka mendukung SQL Server 2017 di Linux untuk menciptakan performa yang lebih baik.

Versi Linux Apa yang Didukung?

SQL Server di Linux saat ini mendukung Red Hat Enterprise Linux (RHEL), SUSE Linux Enterprise Server dan Ubuntu. Anda juga dapat menjalankan SQL Server 2017 dalam Docker Container. Ini berarti dimungkinkan untuk menjalankan SQL Server di Linux, Mac atau platform Windows. Lihat daftar lengkap platform yang didukung di sini dan disertai dengan petunjuk pemasangan.

Baca Juga:  Instal Microsoft SQL Server di Ubuntu 16.04

Apakah Ada Perbedaan Kinerja?

Ketika Microsoft pertama kali membahas membawa SQL Server ke Linux, perusahaan menjelaskan bahwa kinerja setidaknya sama dengan SQL Server pada Windows. Tujuannya adalah agar pengalaman pelanggan pada SQL Server harus sama apa pun OS yang digunakan. Untuk itu, Microsoft telah menerbitkan panduan untuk mengkonfigurasi SQL Server 2017 di Linux.

Apakah Semua Fitur akan Berfungsi di Linux?

Perlu Anda ketahui bahwa tidak semua fitur SQL Server untuk Windows akan berfungsi di Linux (lihat fitur yang tidak didukung). Microsoft berfokus pada fungsionalitas agar dapat membawa basis data inti ke Linux. Tetapi beberapa fitur SQL Server yang bergantung pada fungsionalitas Windows (misalnya, Distributed Transaction Coordinator) yang merupakan fitur yang “tidak didukung” dan tidak berarti juga fitur tidak akan berfungsi; itu hanya menandakan bahwa fitur tersebut tidak didukung secara resmi.

Versi SQL Server Apa Saja yang Tersedia?

Microsoft sekarang tidak lagi dibawah kendali Ballmer; sekarang ada dibawah kendali Satya. Anda akan mendapatkan setiap opsi. Dengan SQL Server untuk Linux, Microsoft tidak menjadikannya hanya untuk perusahaan Enterprise saja. Sebaliknya, dukungan tersedia untuk versi Enterprise, Standard, Developer, Web, dan Express.

Bagaimana dengan Lisensi dan Biayanya?

Model lisensi untuk SQL Server tidak berubah dengan edisi Linux. Anda memiliki opsi server dan CAL atau per-core. Edisi Developer dan Express tersedia gratis. Developer sama dengan Enterprise dalam setiap aspek kecuali satu: Anda tidak dapat menggunakannya untuk produksi. Edisi Standard memiliki banyak fitur yang sama, tetapi sering kali dibatasi. Itu karena lisensi sofware saat ini, lebih cenderung ke model pay-for-performance daripada model pay-for-features.

Mengapa SQL Server di Linux Lebih Baik?

Jika perusahaan Anda pada dasarnya adalah menggunakan platform Linux dan pilihan server untuk basis data terbatas, SQL Server di Linux bisa dijadikan pilihan daripada Anda tidak memiliki pilihan karena Microsoft telah menghapus sebagian batasan-batasan perihal lisensi.

“Teknologi-teknologi baru pengganti kini semakin berpotensi untuk digunakan oleh pelaku-pelaku usaha. Sebagai satu dari keempat pilar transformasi digital, kami ingin memberdayakan pelanggan kami dalam mengoptimalkan operasi tanpa membatasi kemungkinan ini pada sistem operasi yang telah digunakan dalam bisnis. Tersedianya SQL Server 2017 pada Linux memungkinkan semakin banyak usaha di Indonesia yang sudah menggunakan Linux sebagai sistem operasi untuk memanfaatkan performa dan keamanan unggulan yang dimiliki Server SQL dan memodernisasi sistem manajemen database mereka.”

ujar Yos Vincenzo, Cloud Enterprise Business Group Lead, Microsoft Indonesia.

Kesimpulan

Microsoft telah merilis versi stabil yang berkinerja baik di Linux. Sama seperti pada Windows (dan dalam beberapa kasus, bahkan lebih baik). Microsoft juga memudahkan penggunanya untuk memigrasikan data Anda ke platformnya dengan tujuan untuk mencoba beralih ke Cloud di Azure. Perlu diketahui bahwa versi SQL Server yang dapat berfungsi di Linux adalah dimulai dari versi SQL Server 2017.

Baca Juga:  Konfigurasi Setelah Menginstal Ubuntu Server 16.04