Unit Testing

Sekarang ini banyak developer yang telah mempraktikkan unit testing atau pengujian unit selama bertahun-tahun, tapi banyak juga developer yang tidak menulis pengujian unit. Berikut adalah beberapa alasan yang sering saya dengar:

  • Tidak punya waktu untuk menulis unit testing
  • Unit test hanya buang-buang waktu. Itu hanya memperlambat dan mengurangi produktivitas
  • Saya tidak tahu bagaimana menulis unit test

Luangkan Waktu

Ketika Anda tidak memiliki proyek rangkaian unit test otomatis, setiap kali Anda membuat perubahan pada kode, Anda perlu menjalankan aplikasi dan menguji fungsi yang sama secara berulang-ulang.

Jika Anda menghabiskan waktu untuk tes manual yang berulang tersebut, sebetulnya Anda punya cukup waktu untuk menulis unit test, setidaknya untuk bagian-bagian penting dari sebagian kode aplikasi Anda.

Manfaat dari unit test adalah hanya menulis sekali untuk menguji suatu fungsi dan bisa digunakan berulang-ulang. Anda akan mendapatkan feedback success jika kode Anda “benar-benar” berfungsi atau feedback error jika kode Anda tidak berfungsi dengan baik/yang semestinya.

Dengan unit test, Anda dapat menguji aturan Business Logic Anda dalam sepersekian detik. Sebaliknya, tanpa unit test untuk menguji fungsi secara manual membutuhkan banyak waktu.

Membantu Menghemat Waktu

Banyak studi yang telah menunjukkan bahwa semakin Anda menemukan bug perangkat lunak dalam siklus pengembangan aplikasi, semakin mahal biaya untuk memperbaikinya.

Dengan unit test, Anda dapat dengan mudah mendeteksi banyak bug secara cepat. Anda dapat segera mendeteksi bug disaat kode belum masuk ke produksi.

Kenyataannya adalah bahwa dalam membangun sebuah aplikasi (software) itu mahal. Pertanyaanna adalah apakah Anda memilih untuk membayar biaya itu di awal dengan menulis tes atau membayar biaya yang jauh lebih besar untuk memperbaiki bug setelah merilis perangkat lunak Anda?

Baca Juga:  Apa itu Unit Testing dan Mengapa Harus Mempelajarinya

Pengembangan Akan Lebih Cepat

Salah satu argumen umum tentang penulisan unit test adalah memperlambat proses pengerjaan/pengembangan. Jika dengan unit test, setidaknya harus menulis kode tambahan untuk menguji kode. Saat membuat kode, developer juga harus berurusan dengan tes. Memperbaiki tes-tes itu, sekali lagi, membutuhkan waktu ekstra.

Izinkan saya memberi Anda masukan: Anda salah, sobat! Justru dengan unit test membantu Anda bisa bergerak lebih cepat dalam melakukan pengembangan.Jika tes Anda terdiri dari 50 baris kode, di mana 30 baris pertama hanyalah kode pengaturan dan data dummy bukan? Dengan itu Anda salah melakukannya.

Jika tes Anda terdiri dari 50 baris kode, di mana 30 baris pertama hanyalah kode pengaturan dan data dummy bukan? Dengan itu Anda salah melakukannya.

Sebagai Asisten Coding

Unit test dapat memberi tahu apa yang harus Anda lakukan pada kode. Itu jauh lebih baik daripada comment yang Anda masukkan di atas kode. Komentar-komentar itu tidak dikompilasi. Karena jika sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh beberapa orang atau tim yang berbeda, komentar pengjian itu berguna.

Kesimpulan

Sekali lagi, perlu Anda diketahui, bukan berarti dengan unit test bebas bug. Tetapi dengan unit test, Anda dapat merilis sebuah aplikasi dengan kualitas yang lebih baik dan bug yang lebih sedikit.